20 Februari 1973 adalah awal perjuangan pekerja melalui deklarasi Persatuan Buruh Seluruh Indonesia yang kemudian menjadi Federasi Buruh Seluruh Indonesia. Majelis Permusyawaratan Buruh Indonesia yang terdiri dari 21 serikat buruh (vak sentral) yang terintegrasi dan terorganisir dalam 21 Serikat Buruh Lapangan Pekerjaan – SBLP ( yang berdifat Sektoral) meleburkan diri dalam Federasi Buruh Seluruh Indonesia. dan sekarang sudah menjadi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Atas dasar histori tersebut, 20 Februari menjadi moment penting buat pekerja dan menjadi Hari Pekerja Nasional
Perjuangan para tokoh buruh pada masa itu dengan Bapak Agus Sudono sebagai Ketua Umum pertamanya bukan hal yang mudah dan tidak akan pernah lepas dari hambatan yang bersumber dari buruh sendiri maupun dari pihak-pihak yang selalu antipati terhadap buruh. Akan tetapi dengan segala pengorbanan yang merupakan konsekwensi dari sebuah perjuangan, semuanya bisa diraih dan kita di masa kini, mayoritas hanya merasakan hasil perjuangan para pejuang buruh terdahulu.
Pada prinsipnya perjuangan buruh/pekerja dari dulu sampai sekarang adalah tetap memperjuangkan hak-hak normatif kita sebagai buruh/pekerja. Hasil yang semakin baik dari perjuangan sebelumnya harus menjadi agenda utama dari setiap perjuangan buruh/pekerja.
Perjuangan para tokoh perjuangan buruh terdahulu adalah perjuangan awal yang sudah pasti sangat jauh lebih berat dari perjuangan kita pada masa sekarang. Perjuangan buruh pada masa sekarang adalah mendapatkan hak-hak normatif yang sudah dilindungi dengan segala regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang merupakan hasil perjuangan para tokoh buruh terdahulu.
Namun sangat disayangkan, seperti kata pepatah bahwa perjuangan awal pasti berat, tapi mengisi hasil perjuangan akan semakin berat. Ini juga bisa kita lihat dalam hal ketenagakerjaan. Padahal perjuangan pekerja/buruh pada masa sekarang seharusnya semakin kuat karena sudah banyak regulasi pemerintah dari mulai Undang-Undang, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menaker, Keputusan Menaker dan lain-lain yang menjadi payung hukum perjuangan pekerja.
Hal ini sangat bergantung kepada kesadaran pekerja/buruh sendiri, sikap pengusaha dan yang merupakan hal paling penting adalah peran pemerintah sebagai eksekutif yang berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan memiliki peran untuk memastikan terlaksananya Aturan Ketenagakerjaan di perusahaan.
Lemahnya kesadaran pekerja yang menjadi hal mendasar yang menghambat perjuangan pekerja bisa kita lihat dari jumlah Serikat Pekerja dibanding dengan perusahaan yang ada. di Kota Tasikmalaya, diperkirakan tidak lebih dari 10% saja pekerja/buruh yang memiliki kesadaran untuk berserikat dengan membangun Serikat Pekerja di unit kerjanya masing-masing. Padahal Serikat Pekerja adalah salah satu kunci perjuangan pekerja di perusahaannya masing-masing.
Serikat Pekerja adalah modal dasar perjuangan pekerja dalam mencapai hak-hak normatifnya. Melalui Serikat Pekerja, perjuangan pekerja dilindungi dengan hukum melalui UU No. 13 Tahun 2013 dan UU no 21 Tahun 2000. Pekerja melalui Serikat Pekerja juga bisa melakukan tawar menawar kolektif dengan pengusaha. Manfaat lain dari Serikat Pekerja adalah juga bisa mendorong pemerintah untuk lebih optimal dalam memastikan terlaksananya Aturan Ketenagakerjaan di perusahaan.
20 Februari Hari Pekerja NasionalHarapan kita sebagai pekerja di 42 Tahun KSPSI dan Hari Pekerja Nasional. ini semoga hak-hak normatif kita sebagai pekerja terus menjadi lebih baik, mendapatkan upah layak, jaminan sosial, hak cuti, hak lembur dan lainnya. Dan yang paling utama, melalui semangan perjuangan 42 Tahun KSPSI ini kesadaran berserikat Kota Tasikmalaya bisa terbangun sehingga bisa berdiri Serikat Pekerja di tiap perusahaan yang ada di Tasikmalaya, Hal ini juga merupakan salah satu syarat pelaporan perusahaan kepada Pemerintah. Serikat Pekerja wajib ada di setiap perusahaan. Intimidasi, Union Busting (Pemberangusan Serikat Pekerja) dalam berbagai bentuk adalah tindakan pidana yang tidak boleh dilakukan pengusaha terhadap Serikat Pekerja di perusahaannya masing-masing.
  • DPC KSPSI Kota Tasikmalaya
  • PUK SPSI Hotel Crown
  • PUK SPSI PT.Catur Wangsa Indah (Palem)
  • PUK SPSI Toserba Asia
  • PUK SPSI PT.Super Plastin
  • PUK SPSI PT.Via Motif
  • PUK SPSI PT.Bineatama Kayone Lestari (BKL)
  • PUK SPSI PT.Satria Sakti
  • PUK SPSI Asia Plaza Tasikmalaya
  • PUK SPSI CV.Makmur Maju Tasikmalaya
  • PUK SPSI CV.Sinar Cemerlang
  • PUK SPSI PT. Maestro Material  International
  • PUK SPSI PT.Tunggal Jaya Plastik Industri
  • PUK SPSI SPBU 34.46126 Martadinata
  • Koperasi Pekerja Kota Tasikmalaya (KSU KOPETAS)
  • Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya (08970020050)

Tinggalkan Balasan