Setelah melalui perjuangan panjang pasca ditetapkan UMK Kota Tasikmalaya dan beberapa kota/kabupaten lainnya, akhirnya UMK Kota Tasikmalaya direvisi dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 561/Kep.809-Yanbangsos/2020 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021.

Dalam SK sebelumnya UMK Kota Tasikmalaya ditetapkan berdasarkan SE Menaker yang merekomendasikan kenaikan upah 0% sehingga UMK Kota Tasikmalaya Tahun 2021 sama dengan UMK Tahun 2020 yakni sebesar Rp. 2.264.093.

Revisi UMK Kota Tasikmalaya tentu bukan hasil pemberian dari siapapun, akan tetapi merupakan akhir perjuangan dari hanya sebagian kecil pekerja/buruh di Kota Tasikmalaya yang memiliki kesadaran untuk berserikat.

Perjuangan Di Tingkat Kota

Perjuangan diawali dengan perjuangan di tingkat kota untuk perubahan rekomendasi dan permohonan revisi UMK Kota Tasikmalaya dari Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk Gubernur Jawa Barat.

Diawali dengan rencana aksi bersama SPSI, SPKEP SPSI, SBSI 92 dan KASBI selama 3 hari, yang akhirnya dibatalkan sehubungan dengan inisiatif berunding dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA) yang akhirnya menyepakati Usulan Revisi UMK Kota Tasikmalaya sebesar 3,33%.

Perjuangan di tingkat kota terus berlanjut untuk memastikan Surat Perubahan Rekomendasi & Usulan Revisi UMK segera ditandatangan Kepala Daerah. Perjuangan & Negosiasi baru selesai pukul 23.45 WIB. Tidak cukup sampai di sana, karena Surat tersebut harus secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Provinsi, Disnaker Provinsi & Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat.

Perjuangan Di Tingkat Provinsi

Selanjutnya perjuangan harus diteruskan di tingkat provinsi dengan terus berkoordinasi dengan unsur pimpinan daerah Serikat Pekerja Jawa Barat.

Berawal dari rencana aksi ke Pemerintah Provinsi di Gedung Sate yang akhirnya dibatalkan sejalan dengan itikad baik dari Pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk beraudiensi dan siap memenuhi apa yang menjadi aspirasi dari para pejuang buruh yang bergabung di berbagai Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Jawa Barat

Akhirnya Revisi UMK Kota Tasikmalaya ditetapkan dengan kenaikan sebesar 3,33% menjadi sebesar Rp. 2.339.487,59 yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat pada hari Jumat, 11 Desember 2020.

Apakah perjuangan UMK Kota Tasikmalaya selesai?

Tentu tidak, karena perjuangan masih panjang. UMK Kota Tasikmalaya Tahun 2021 ini harus sampai ke seluruh pekerja/buruh di Kota Tasikmalaya.

Bagaimana caranya agar UMK Tahun 2021 ini diterima oleh seluruh pekerja/buruh?

Jawabannya ada di bawah ini, postingan Lina Marlina, salah satu pejuang buruh perempuan Provinsi Jawa Barat

AYO BERSERIKAT
Dunia kerja sedang tidak baik – baik saja kawan… itu menurut sudut pandangku.
Kekuatan bersama salah satu jalan untuk menyikapi dan melawan.

Hilangkan sudut pandang yang terbalik karena ketidak pahaman, yuk kita belajar mencari tahu bersama.

Bukan organisasi serikat pekerja yang membutuhkan kita kawan.
tapi kita yang membutuhkan organisasi tempat bernaung memperjuangkan nasib kita bersama kedepan.

Karena setitik ketidak pahaman atau mungkin segenggam sak wasangka tentang kewajiban, akhirnya memilih untuk berjuang sendiri .. mempertaruhkan hak-haknya dimasa depan.

Kenyamanan itu tak ada yang abadi kawan
Dasi itu tak akan selamanya bergantung di dadamu.

Namun, jika memang yakin dengan pilihanmu untuk berjalan sendiri.. berjuang sendiri.
Satu kalimat untukmu kawan:
Selamat memperjuangkan diri sendiri dalam ketidak pastian aturan saat ini.
SEMOGA KALIAN BERUNTUNG🤲🤲🤲

miris&prihatin

bebasmenentukanpilihan

ancamanomnibuslawmengintaikita

Copas tulisan Lina Marlina (Aktifis Buruh Perempuan Jawa Barat)

Tinggalkan Balasan