Ada beberapa Alasan Tidak Masuk Kerja Yang Tetap Dibayar oleh Perusahaan. Hal ini sangat perlu difahami oleh rekan – rekan Pekerja agar supaya hak kita sebagai pekerja tetap kita dapatkan pada saat kita izin tidak masuk kerja dengan alasan – alasan yang tercantum di dalam Pasal 93 UU No. 13 Tahun 2003.
Alasan – alasan izin yang tetap harus dibayar terdiri dari :
  • pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
  • pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;
  • pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia;
  • pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang menjalankan kewajiban terhadap negara;
  • pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;
  • pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha;
  • pekerja/buruh melaksanakan hak istirahat;
  • pekerja/buruh melaksanakan tugas serikat pekerja/serikat buruh atas persetujuan pengusaha; dan
  • pekerja/buruh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.

Upah yang dibayarkan kepada pekerja/buruh yang sakit sebagaimana dimaksud pada Pasal 93 ayat (2) huruf a adalah sebagai berikut:

  • untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari upah;
  • untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari upah;
  • untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh perseratus) dari upah; dan
  • untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.

Selanjutnya upah yang tetap harus dibayarkan kepada pekerja/buruh yang tidak masuk bekerja sebagaimana dimaksud pada Pasal 93 ayat (2) huruf b adalah sebagai berikut:

  • pekerja/buruh menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari; 
  • menikahkan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari; 
  • mengkhitankan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari; 
  • membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari; 
  • isteri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2 (dua) hari; 
  • suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia, dibayar untuk selama 2 (dua) hari; dan 
  • anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 1 (satu) hari. 

Selanjutnya pengaturan pelaksanaan ketentuan Alasan – Alasan Izin Yang Tetap Dibayar ini ditetapkan dalam perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.

Jika ini tidak dijalankan oleh perusahaan, silahkan sampaikan hal ini melalui Serikat Pekerja Unit Kerja masing – masing, atau sampaikan keluhan rekan pekerja ke Pengawasan Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja di wilayahnya masing – masing.
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat buat rekan – rekan pekerja.
Dapatkan selalu Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya melalui layanan sms ke 08970020050

Tinggalkan Balasan