Dalam permasalahan Hubungan Industrial, diperlukan kemampuan dan kreatifitas untuk menjalankan fungsi dan peran pengurus Serikat Pekerja. Hal yang paling utama yang wajib dikuasai seorang pengurus adalah bagaimana Cara Mewakili Anggota Serikat Pekerja.

Prosedur Menyampaikan Pengaduan/ Keluhan Pendahuluan
Salah satu tugas wakil serikat pekerja/serikat buruh lokal adalah membantu pekerja yang mempunyai masalah di tempat kerja mereka. Misalnya: 
  • Manajemen melakukan pemotongan upah seorang pekerja tanpa suatu alasan yang dapat diterima. 
  • Ada pekerja yang mengeluh merasa sakit karena suatu bahan kimia yang ada di tempat kerjanya. 
Wakil serikat pekerja/serikat buruh yang dapat mengatasi masalah-masalah seperti ini dengan baik akan mendapatkan dukungan penuh dan kepercayaan dari anggota-anggota yang diwakilinya. 
Prosedur menangani pengaduan/ keluhan 
1. Prosedur menyampaikan keluhan 
Beberapa masalah yang dapat Anda hadapi pada saat Anda mencoba menyampaikan pengaduan/ keluhan kepada pihak manajemen adalah: 
  • Manajemen menolak berbicara dengan Anda 
  • Anda tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan walaupun Anda sudah menunggu cukup lama 
  • Wakil manajemen yang Anda temui untuk menyampaikan pengaduan ternyata tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan atau memberikan jawaban kepada Anda
  • Manajemen tidak bersedia mengijinkan pekerja yang sedang dirudung masalah itu untuk diwakili oleh serikat pekerja/serikat buruh 
  • Manajemen menolak untuk menggubris pengaduan itu 
Prosedur menyampaikan pengaduan/ keluhan dimaksudkan untuk menghindari masalah-masalah yang disebut di atas. Ciri – ciri prosedur untuk menyampaikan pengaduan/ keluhan adalah: 
  • Prosedur itu harus tertulis dan disetujui oleh serikat pekerja/serikat buruh dan pihak manajemen. 
  • Prosedur itu terdiri dari beberapa tahapan atau tingkatan. Bila kesepakatan tidak tercapai pada satu tahapan, masalah itu dapat diteruskan ke tahapan berikutnya. 
  • Prosedur itu memberikan hak kepada serikat pekerja/serikat buruh untuk bertindak sebagai wakil pekerja yang tertimpa masalah. 
  • Prosedur itu mempersyaratkan batas waktu penundaan yang dapat dilakukan pihak manajemen untuk menyelesaikan masalah. 
  • Pada tahapan tertinggi, prosedur itu memungkinkan dilakukannya pembicaraan dengan manajemen senior perusahaan. 
Contoh prosedur penyampaian masalah: 
Tahap 1: Anggota serikat pekerja/serikat buruh atau wakilnya menyampaikan masalah yang dihadapi kepada atasan langsung pekerja yang bersangkutan. Bila dalam waktu tujuh hari tidak ada jawaban atau penyelesaian, maka 
Tahap 2: wakil serikat pekerja/serikat buruh menyampaikan masalah itu kepada Manajer yang mengepalai departemen di mana pekerja yang bersangkutan bekerja. Bila dalam waktu dua minggu masih juga belum ada jawaban atau penyelesaian, maka 
Tahap 3: masalah ini diberikan kepada pihak yang menangani arbitrase. 
Bila masih belum ada penyelesaian juga, maka 
Tahap 4 : masalah itu dilimpahkan ke P4D
2. Pedoman bagi wakil serikat pekerja/serikat buruh di tempat kerja dalam menangani perselisihan 
Pendekatan sistematis 
Wakil serikat pekerja/serikat buruh di tempat kerja hendaknya bekerja secara sistematis dan berhati-hati sekali bila menangani pengaduan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah: 
Selidiki dulu duduk perkaranya: 
  • Kumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara itu 
  • Lakukan wawancara dengan anggota-anggota serikat pekerja/serikat buruh lainnya dan saksi -saksi yang ada mengenai: 
  1. Apa yang sesungguhnya telah terjadi? 
  2. Kapan hal itu terjadi? 
  3. Siapa saja yang terlibat? 
  4. Di mana peristiwa itu terjadi? 
  5. Mengapa hal itu bisa terjadi? 
  • Putuskan apakah perkara itu perlu diadukan kepada pihak manajemen 
  • Putuskan apakah Anda sendiri yang akan menangai perkara ini atau apakah perkara ini perlu dilimpahkan ke komite serikat pekerja/serikat buruh. 
Lakukan penyelidikan 
  • Cek perjanjian kerja yang ada – hak-hak apa saja yang dimiliki pekerja di tempat Anda bekerja? 
  • Cek apakah ada hak-hak hukum yang berlaku atau dapat diberlakukan 
  • Apakah sebelumnya kasus seperti itu pernah terjadi? Bila pernah, bagaimana penyelesaiannya? 
  • Apa kebijakan serikat pekerja/serikat buruh mengenai kasus yang seperti itu? 
  • Bagaimana pendapat atau perasaan anggota-anggota lainnya mengenai perkara ini? 
Susun perencanaan 
  • Sasaran apa yang ingin dicapai oleh serikat pekerja/serikat buruh sehubungan dengan terjadinya perkara ini? 
  • Bagaimana sebaiknya perkara itu dibicarakan dengan manajemen? 
  • Bagaimana melibatkan anggota-anggota serikat pekerja/serikat buruh untuk menyelesaikan perkara ini? 
  • Apa yang perlu dilakukan untuk menekan manajemen? Argumentasi apa yang perlu dipakai untuk menuntaskan perkara ini?
Itulah tips tentang Cara Mewakili Anggota Serikat Pekerja dalam penyelesaian permasalahan Hubungan Industrial di tingkat perusahaan yang dapat disampaikan Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan