Kebutuhan konsumen terhadap produk bajakan memang relatif tingi. Maklum, kualitas produk bajakan tidaklah berbeda jauh dengan produk aslinya. Master software harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan, sementara bajakannya bisa beberapa ribu saja.

Apabila suatu saat pemerintah bisa mengatasi para pembajak, terutama penyelundupan perangkat lunak, diharapkan pemerintah juga memikirkan cara agar harga master software terjangkau masyarakat.
Ada kesan pihak – pihak terkait menutup mata terhadap bisnis ini. Saat hendak ada razia pun, biasanya para pelaku bisnis ini sudah mendapatkan bocoran terlebih dahulu. Alhasil tidak ada barang bajakan.
Dilihat dari sudut hukumnya, berdasarkan UU Hak Cipta, ancaman pidana terhadap pelanggaran hak cipta cukup tinggi yaitu pidana penjara selama 3 tahun (Pasal 44 UU Hak Cipta) dan itu dinyatakan kejahatan.
Oleh karenanya dalam mengatasi permasalahan ini pemerintah sebaiknya mencari jalan pemecahan terbaik dengan memutus mata rantai penyelundupan.

Mudah – mudahan informasi ini bermanfaat buat rekan – rekan pekerja.

Tinggalkan Balasan