Wajib dibaca!!!, bukan cuma disukai dan dibagiin saja, jika Anda merasa Pekerja/Buruh yang merupakan Asset penting bagi perusahaan dan negara agar memahami Kenapa Upah Harus Tinggi?
Postingan dari kawan pekerja di jejaring sosial.
Hal-Hal yang terlewatkan oleh media dan kalangan akademisi :

Semakin tinggi upah buruh, semakin tinggi pendapatan negara lewat pajak.
Kali ini masih wajar, hampir semua tahu jika pajak penghasilan menambah penghasilan negara. Buruh jumlahnya bukan jutaan, akan tetapi puluhan bahkan ratusan juta. Tanpa pajak yang diperoleh dari Buruh, bagaimana imbasnya terhadap negara?? bisa saja negara ini oleng.

Semakin tinggi upah buruh, semakin tinggi daya beli masyarakat.
Daya beli masyarakat akan meningkat seimbang dengan roda ekonomi yang berputar. Coba bayangkan ketika buruh diupah sangat rendah, ketika upah hanya senilai Komponen Hidup Layak (KHL), dan buruh membelanjakan hanya sesuai KHL tersebut, pasti omzet wirausahawan akan berkurang. kenapa??. Karena jika Buruh diupah dan belanja sesuai KHL, buruh tidak akan beli cilok, tidak akan beli motor, tidak akan beli pulsa, Tidak akan punya HP, karena semuanya tidak masuk KHL. Apakah terpikir sampai di sini?? Saya rasa tidak.

Semakin tinggi upah buruh, semakin menambah lapangan kerja.
Lapangan kerja karena PHK? Bukan itu yang dimaksud. Setiap perusahaan akan mencoba membuat hubungan yg harmonis dengan buruhnya. Perusahaan yg asal PHK bertaruh dengan nama baik perusahaannya, kalo sudah seenaknya, siapa yang mau bekerja di perusahaan tersebut?
Bukan itu yang dimaksud. Yang dimaksud dengan tingginya upah, maka perusahaan akan berpikir ulang untuk melemburkan pekerjanya. Di samping harga yg dibayar dobel, buruh yang lembur itu sudah capek dan kurang produktif. Dari sinilah perusahaan akan mencari pekerja baru untuk mengcover proses produksi. Terpikirkan sampai sini?? kayaknya tidak.

Semakin tinggi upah, merupakan kemajuan bangsa.
Buruh yg diupah pas-pasan hanya untuk makan, apakah bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang tertinggi. Jadinya buruh masuk lingkaran setan. Kerja, buat makan saja, anaknya tidak bisa sekolah, karena tidak punya modal, maka anaknya jadi buruh juga. Buruh harusnya punya kesempatan menyekolahkan anaknya ke jenjan tertinggi agar masa depannya lebih baik. Kepikiran sampai sini? Tidak kan?
Yang dibahas media dan kalangan akademisi :

Demo bikin Macet
Yang namanya demo itu pasti koordinasi dengan pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian pasti menyediakan jalan atau rute peralihan agar tidak terjebak macet. Yang kena macet pasti yang memaksa menerobos orang demo.

Mau penghasilan tinggi, Bikin usaha sendiri
Ini komentar terjelek dari orang yang sok tahu. Jika penghasilannya hanya cukup untuk bertahan hidup, bagaimana mau bikin usaha, menabung saja tidak bisa. Kepikiran sampai sini? Sepertinya tidak

Tidak bisa bersyukur
Satu hal, syukur itu setelah berusaha. Jika kerja berangkat pagi pulang petang, diupah hanya 300ribu, diam saja, itu bukan syukur, tapi pasrah.
Memang, buruh tidak seharusnya bergaya hidup mewah, tapi dengan penghasilan lebih seharusnya bisa menambah daya beli.

Upah tinggi tidak diimbangi kualitas.
Masih ragu kualitas buruh Indonesia?. Jika mau bergaya yang dipake barang bermerk tapi abal-abal, tapi kalo mau yang lebih berkualitas, rata-rata buatan buruh Indonesia. Apakah Anda tahu merk setrika atau kipas angin yang bagus? Siapa yang membuatnya? Yang membuat produk berkualitas tersebut ternyata buruh Indonesia yang upah buruhnya kurang layak. Andai dibayar layak, bukan hal yang tidak mungkin kita menguasai dunia.
Pekerja/Buruh yang mogok bukan benci pada perusahaan, akan tetapi hanya memberi peringatan pada siapapun yang menyepelekan peran pekerja/buruh, agar bisa merasakan bagaimana kondisi ekonomi negara ini tanpa pekerja/buruh yang bekerja.

2 Thoughts to “Kenapa Upah Harus Tinggi?”

  1. Buruh juga bisa2 nggak berkeluarga,karena KHK itu standar untuk yg lajang.

  2. Buruh juga bisa2 nggak berkeluarga,karena KHK itu standar untuk yg lajang.

Tinggalkan Balasan