Pendahuluan
Kualitas hidup dan kesehatan pekerja sangat tergantung pada lingkungan sehari -hari yang mereka tinggali. Perkembangan industri, penggunaan teknologi tinggi dan bahan-bahan kimia dapat menciptakan situasi yang berbahaya bagi kesehatan. 
Demikian pula kondisi kerja yang tidak aman dan lingkungan kerja yang tidak sehat meningkatkan resiko dan bahaya yang merugikan kesehatan pekerja. 
Setiap tahun beribu-ribu kecelakaan kerja terjadi. Beberapa di antaranya bersifat fatal (menyebabkan kematian pekerja) dan mengakibatkan cacat permanen. Setiap kecelakaan menyebabkan penderitaan bagi korbannya dan menyengsarakan kehidupan keluarga korban. 
1. Apa yang dimaksud dengan kesehatan dan keselamatan kerja? 
Keselamatan dan kesehatan kerja berarti bebas dari kecelakaan, cedera atau sakit yang diakibatkan oleh tindakan yang gegabah dan ceroboh sewaktu bekerja dan oleh kondisi kerja yang tidak memadai. Kecelakaan, cedera atau penyakit tidak terjadi begitu saja. 
Untuk mencegah terjadinya hal -hal yang tidak diinginkan tersebut, kita harus menghapus praktek-praktek dan kondisi kerja yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip keselamatan dan keamanan kerja. 
Peran serikat pekerja/serikat buruh harus diawali dari titik di mana terjadi kerusakan, baik di tempat kerja atau di sekitar tempat kerja. Serikat pekerja/serikat buruh harus mampu mengidentifikasi masalah dan hal -hal yang mengancam kesehatan dan keselamatan kerja, serta mempunyai informasi dan pengaruh yang diperlukan untuk menekan pihak manajemen agar segera melakukan perbaikan-perbaikan. 
Setiap kali terjadi kecelakaan atau ada pekerja yang sakit, sering kali justru pekerja yang menjadi korban kecelakaan atau pekerja yang terkena penyakit itulah yang dipersal ahkan. 
Manajemen sering kali berkata bahwa kecerobohanlah yang merupakan penyebab utama terjadinya cedera. Serikat pekerja harus berani menolak analisa seperti ini karena analisa seperti ini merupakan usaha manajemen untuk cuci tangan terhadap masalah yang ada dan membuat pekerja menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap masalah keselamatan atau kesehatan kerja yang terjadi. 
Kecelakaan atau penyakit yang menimpa pekerja disebabkan oleh bahaya yang ada atau mengintai di tempat kerja. Manajemen dan pemi lik perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mendapatkan prioritas utama. 
Karena itu, sekumpulan peraturan yang ketat diperlukan untuk memastikan diterapkannya standar keselamatan dan kesehatan kerja yang baik, dengan jumlah inspektur pemerintah yang memadai untuk memastikan dan mengawasi bahwa peraturan yang ada benar-benar ditaati. Selain itu juga diperlukan adanya sanksi yang cukup keras untuk menghukum siapa saja yang ketahuan melanggar peraturan. 
Hal ini harus didukung oleh organisasi serikat pekerja/serikat buruh yang kuat, dengan wakil -wakil serikat pekerja lokal yang mampu mencium masalah, menginspeksi tempat kerja, mengadukan kepada manajemen masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang terjadi serta berhubungan dengan inspektur pemerintah. 
2. Kecerobohan dan kecelakaan yang terjadi di tempat kerja 
Setiap kali terjadi kecelakaan, korban kecelakaan itulah yang biasanya dipersalahkan. Komentar-komentar bernada mencemooh seperti “Salah sendiri kenapa lalai,” atau “hal ini tak akan terjadi kalau saja dia lebih berhati-hati” merupakan komentar yang sering kita dengar bila terjadi kecelakaan. 
Pihak manajemen seringkali mengambil sikap menyalahkan korban kecelakaan karena mereka tidak mau dimintai pertanggungjawaban dan karena mereka tidak mau mengeluarkan biaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu untuk mencegah kecelakaan itu terulang kembali. Sayangnya, banyak pekerja mau menerima begitu saja pendapat yang dilontarkan manajemen karena mereka beranggapan bahwa bahaya di tempat kerja merupakan hal yang lumrah. 
Padahal penyebab sesungguhnya kecelakaan kerja adalah kondisi bahaya yang ada. “Mengendalikan bahaya langsung dari sumbernya” adalah cara terbaik untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. 
Artinya, perusahaan tidak boleh beranggapan bahwa karyawannya dapat diandalkan untuk selalu berhati -hati, tidak lalai atau tidak ceroboh karena tidak ada manusia sempurna yang dapat diharapkan untuk tidak pernah lengah. 
Ini berarti kondisi -kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya harus disingkirkan atau dikendalikan untuk memastikan bahwa kecelakaan tidak dapat terjadi. 
Tentu saja, pekerja perlu sekali dilatih dan dididik agar mereka sadar akan bahaya yang dapat menimpa mereka pada saat bekerja. Te tapi hal ini tidak lalu berarti bahwa mereka sudah layak dan sepantasnya untuk dimintai pertanggungjawaban jika terjadi kecelakaan. 
Banyak bahaya yang bersifat laten dan tersembunyi seperti misalnya debu atau bahan-bahan kimia yang mengandung zat -zat yang membahayakan kesehatan yang sehari-hari dihirup pekerja. Bahaya seperti ini seringkali tidak disadari oleh pekerja sampai akhirnya terlambat. 
3. Peran serikat pekerja dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja 
Wakil -wakil serikat pekerja/serikat buruh sering kali merasa enggan untuk menyampaikan protes kepada manajemen soal kesehatan dan keselamatan kerja karena mereka merasa tidak menguasai masalah ini dengan baik. Di sisi lain, manajemen pun cenderung membatasi keterlibatan serikat pekerja/serikat buruh dalam hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan kerja dan menyerang argumentasi serikat pekerja/serikat buruh mengenai masalah ini. 
Padahal orang yang paling tahu tentang masalah ini sebenarnya adalah pekerja yang secara langsung terlibat dalam masalah ini, yaitu mereka yang mengalami kecelakaan atau jatuh sakit akibat buruknya faktor kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja.
Dalam hal ini, serikat pekerja/serikat buruh mempunyai peran yang teramat penting untuk menyuarakan masalah-masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang dihadapi pekerja supaya bahaya-bahaya yang ada dapat segera dikenali. 
Pengalaman internasional yang ada menunjukkan bahwa melalui pelatihan dan dukungan yang memadai, wakil-wakil serikat pekerja/serikat buruh yang mendapat dukungan dari anggotanya dapat memainkan peranan yang penting dalam mendeteksi masalah-masalah, mengusulkan pemecahannya serta memastikan agar dilakukan perbaikan-perbaikan untuk menjamin bahwa masalah-masalah tersebut tidak terulang kembali. 
4. Standar kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja 
Serikat pekerja/serikat pekerja memerlukan informasi mengenai tindakan-tindakan pencegahan yang perlu diambil agar pengaturan kesehatan dan keselamatan kerja segera dapat dilakukan di tempat kerja sebagaimana seharusnya. 
Serikat pekerja/serikat buruh perlu mengetahui peraturan-peraturan dan hak-hak yang ada untuk memastikan bahwa pengusaha telah merancang dan mengelola tempat kerjanya dengan cara yang benar-benar aman. Ada banyak standar kesehatan dan keselamatan kerja yang berbeda-beda dan informasi mengenai hal ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, dan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: 
  • Tingkat kebisingan yang bagaimana yang dapat merusak pendengaran? 
  • Bagaimana caranya agar gergaji yang sedang digunakan tidak membahayakan pemakainya maupun orang lain di sekitarnya? 
Ada banyak sumber yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Serikat pekerja/serikat buruh perlu berupaya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan hal -hal seperti ini. 
5. Kemana saya harus meminta nasehat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja? 
Serikat pekerja/serikat buruh 
Serikat pekerjaserikat buruh di tempat Anda bekerja pada umumnya dapat memberikan saran atau nasehat bila Anda mempunyai masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja
Departemen pemerintah 
Departemen pemerintah yang menangani masalah-masalah kesehatan dan keselamatan kerja pada umumnya sanggup memberikan penjelasan mengenai hal -hal yang berhubungan dengan peraturan-peraturan kesehatan dan keselamatan kerja yang ada serta penerapannya. 
Jaringan serikat pekerja internasional 
Salah satu sumber informasi terpenting untuk memperoleh keterangan mengenai masalah kesehatan dan keselamatan kerja adalah jaringan serikat pekerja/serikat buruh internasional. 
Banyak badan-badan serikat pekerja/serikat buruh internasional yang amat berpengalaman dalam memberikan saran-saran atau nasehat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesehatan dan keselamatan kerja. 
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) 
ILO bertanggung jawab atas masalah-masalah ketenagakerjaan termasuk masalah kesehatan dan keselamatan kerja. ILO merupakan suatu badan tripartit yang mewakili pemerintah, asosiasi pengusaha dan asosiasi pekerja. 
ILO menerbitkan informasi mengenai masalah kesehatan dan keselamatan kerja. ILO juga berupaya memperbaiki standar peraturan kesehatan dan keselamatan kerja nasional. 
Daftar masalah kesehatan dan keselamatan kerja 
Yang mana dari masalah-masalah berikut ini yang Anda alami di tempat kerja? 
  1. Lantai dan tangga yang licin 
  2. Mesin yang dibiarkan berjalan sendiri tanpa ada yang mengawasi 
  3. Tak ada pintu darurat bila terjadi kebakaran atau tidak ada alat pemadam kebakaran 
  4. Tidak ada baju pelindung dan perlengkapan pelindung tubuh lainnya 
  5. Lampu yang remang-remang 
  6. Kawat listrik yang berbahaya; kawat listrik tegangan tinggi yang dibiarkan terbuka 
  7. Suara bising yang tak tertahankan 
  8. Penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya 
  9. Ventilasi yang jelek
  10. Tidak ada kotak pertolongan pertama pada kecelakaan; tidak ada orang yang tahu atau pernah dilatih untuk memberikan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan 
  11. Kebersihan yang tidak terjaga 
  12. Terlalu banyak barang ditaruh di satu tempat pada saat yang bersamaan; terlalu banyak orang bekerja di satu tempat pada saat yang bersamaan 
  13. Debu 
  14. Mengangkat barang-barang berat 
Buat daftar masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang Anda jumpai di tempat kerja Anda tetapi belum disebut dalam daftar di atas 

Tinggalkan Balasan