Pada kesempatan kali ini Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya mencoba mengulas tentang Nilai – Nilai Serikat Pekerja yang bersumber dari Proyek Pendidikan Untuk Pekerja – ILO Office Jakarta 
Serikat pekerja/serikat buruh memiliki tugas-tugas dan pekerjaan-pekerjaan khusus. Serikat pekerja/serikat buruh mengupayakan terwujudnya kepentingan para anggotanya, baik di tempat kerja maupun dalam masyarakat. Serikat pekerja/serikat buruh juga memegang teguh nilai -nilai dan prinsip-prinsip kemanusiaan tertentu:
Serikat pekerja/serikat buruh harus bebas dan mandiri
Yang dimaksudkan dengan kemandirian serikat pekerja/serikat buruh adalah bahwa serikat pekerja/serikat buruh wajib bertanggung jawab dan wajib memberikan pertanggungjawaban kepada para anggotanya. Ini merupakan hal pertama dan hal terpenting yang harus diperhatikan serikat pekerja/serikat buruh. 
Serikat pekerja/serikat buruh harus independen. Artinya, serikat pekerja/serikat buruh tidak boleh bergantung pada pengusaha atau manajemen perusahaan, tidak bergantung pada pemerintah, tidak bergantung pada lembaga, organisasi atau yayasan keagamaan seperti mesjid atau gereja dan tidak dikuasai oleh partai politik manapun. Serikat pekerja/serikat buruh hendaknya hidup dari dan dibiayai dari kontribusi (iuran) yang dibayarkan oleh para anggotanya. Manajer senior dan direktur perusahaan tidak boleh menjadi anggota serikat pekerja karena serikat pekerja harus bebas mewakili kepentingan pekerja, sekalipun hal ini menimbulkan konflik kepentingan dengan pihak manajemen. 
Serikat pekerja/serikat buruh menegakkan keadilan hukum dan moral 
Serikat pekerja/serikat buruh mengupayakan agar semua pihak diperlakukan dengan adil, agar semua pihak menikmati kebebasan sepenuhnya dan agar semua pihak menghormati hak-hak asasi manusia. Keadilan hukum dan keadilan moral harus ditegakkan di tempat kerja dan ini merupakan hal yang secara khusus diprioritaskan oleh serikat pekerja/serikat buruh. 
Serikat pekerja/serikat buruh mewakili kepentingan anggotanya 
Serikat pekerja/serikat buruh memiliki kewenangan penuh untuk menyuarakan kepentingan para anggotanya, dan mewakili pandangan, pendapat dan kemauan mereka. Karena itu, serikat pekerja harus mengupayakan agar ada sebanyak mungkin pekerja mau menjadi anggotanya, membayar iuran dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan serikat pekerja/serikat buruh. 
Serikat pekerja/serikat buruh tidak memaksa pekerja menjadi anggotanya 
Prinsip berserikat secara sukarela artinya adalah bahwa pekerja dengan sukarela mau menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh tanpa dipaksa. Keanggotaan serikat pekerja tidak boleh dipaksakan. Ini berarti bahwa banyak atau sedikitnya anggota serikat pekerja/serikat buruh tergantung pada kemampuan serikat pekerja/serikat buruh yang bersangkutan untuk keyakinkan pekerja bahwa serikat pekerja/serikat buruh sebenarnya diadakan demi kepentingan mereka juga.
Serikat pekerja/serikat buruh menentang diskriminasi 
Serikat pekerja/serikat buruh menentang diskriminasi berdasarkan ras atau jenis kelamin. Serikat pekerja/serikat buruh menghargai semua budaya, adat-istiadat dan masyarakat. Serikat pekerja mengupayakan agar pekerja-pekerja yang sama nilai kerjanya mendapatkan upah yang sama dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pelatihan dan promosi ke jabatan yang lebih tinggi.
Serikat pekerja/serikat buruh mendorong demokrasi dan partisipasi 
Serikat pekerja/serikat buruh mengupayakan hak setiap pekerja untuk memperoleh informasi dan dilibatkan dalam setiap kegiatan serikat pekerja/serikat buruh. Serikat pekerja/serikat buruh juga mengupayakan agar pandangan dan pendapat pekerja didengar dan dihargai. Hal ini penting agar keputusan dapat diambil secara demokratis, sah dan dapat diterima oleh semua pihak.
Pertanggungjawaban dan keterbukaan pemimpin serikat pekerja/serikat buruh 
Para pemimpin serikat pekerja/serikat buruh di semua tingkatan hendaknya dipilih melalui suatu prosedur yang demokratis. Para pemimpin ini harus memberikan pertanggungjawaban kepada para anggota serikat pekerja/serikat buruh yang telah memilih mereka dan yang harus mereka layani. 
Kesatuan dan kekuatan serikat pekerja/serikat buruh 
Serikat pekerja/serikat buruh berupaya memaksimalkan kekuatan suara pekerja dengan memastikan bahwa para pekerja benar-benar bersatu dan tidak terpecah-belah. Untuk itu diperlukan banyak kesabaran untuk menjelaskan posisi masing -masing, berkonsultasi dengan para pekerja dan mengajak mereka menyetujui dan mengambil sikap yang telah disetujui bersama. Hal ini sama sekali bukanlah persatuan palsu yang dipaksakan oleh seorang diktator dan dipertahankan secara paksa. Kesatuan serikat pekerja/serikat buruh menuntut adanya demokrasi.
Sumber : Proyek Pendidikan Untuk Pekerja – ILO Office Jakarta

Tinggalkan Balasan