Besaran Kompensasi Pesangon, tergantung alasan Pemutusan Hubungan Kerjanya. PHK dan Besaran Pesangon dapat ditambah tapi tidak boleh dikurangi.

Inilah rincian Besaran Pesangon yang harus didapatkan sesuai dengan alasan – alasan PHK :
  • Mengundurkan diri (kemauan sendiri), kompensasi UPH
  • Tidak lulus masa percobaan, tidak berhak kompensasi
  • Selesainya PKWT, Tidak berhak atas Kompensasi
  • Pekerja melakukan kesalahan berat, Kompensasi UPH
  • Pekerja melakukan Pelanggaran Perjanjian Kerja, Perjanjian Kerja Bersama, atau Peraturan Perusahaan, kompensasi 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Pekerja mengajukan PHK karena pelanggaran pengusaha, kompensasi 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Pekerja menerima PHK meski bukan karena kesalahannya, Tergantung kesepakatan
  • Pernikahan antar Pekerja (jika diatur oleh perusahaan), kompensasi 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • PHK Massal karena perusahaan rugi atau force majeure, kompensasi 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • PHK Massal karena Perusahaan melakukan efisiensi, kompensasi 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Peleburan, Penggabungan, perubahan status dan Pekerja tidak mau melanjutkan hubungan kerja, kompensasi 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Peleburan, Penggabungan, perubahan status dan Pengusaha tidak mau melanjutkan hubungan kerja, kompensasi 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Perusahaan pailit, kompensasi 1 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Pekerja meninggal dunia, kompensasi 2 kali UP, 1 kali UPMK, dan UPH
  • Pekerja mangkir 5 hari atau lebih dan telah dipanggil 2 kali secara patut, kompensasi UPH dan Uang pisah
  • Pekerja sakit berkepanjangan atau karena kecelakaan kerja (setelah 12 bulan), kompensasi 2 kali UP, 2 kali UPMK, dan UPH
  • Pekerja memasuki usia pensiun, kompensasi Sesuai Pasal 167 UU 13/2003
  • Pekerja ditahan dan tidak dapat melakukan Pekerjaan (setelah 6 bulan), kompensasi 1 kali UPMK dan UPH
  • Pekerja ditahan dan diputuskan bersalah, kompensasi 1 kali UPMK dan UPH
Contoh :
A yang tinggal di Tasikmalaya telah bekerja selama sepuluh tahun di PT B yang juga berdomisili di Tasikmalaya, dengan upah Rp 3 juta per bulan. Ia kemudian di PHK perusahaannya karena melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja.
Maka, ia berhak atas kompensasi sebesar:
Uang Pesangon (UP) 
= Rp3.000.000,- x 1×9
= 27.000.000, (3 juta Dikali 1 UP (karena melanggar Perjanjan kerja) dikalikan dengan 9 bulan upah)
Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
= Rp3.000.000 x1x 4
= 12.000.000,- (tiga juta kali 4 bulan upah, karena masa kerja 10 tahun
Uang Penggantian Hak (UPH) 
= 15% (uang penggantian perumahan dan pengobatan) x (27 juta +12 juta)
= Rp5.850.000,-
Total Kompensasi
= UP + UPMK + UPH
= 27.000.000 + 12.000.000 + 5.850.000
= 44.850.000,-
Awasi dan laporkan ke disnaker setempat apabila ada pekerja yang diputus hubungan kerjanya tetapi haknya tidak diberikan sesuai dengan ketentuan PHK dan Besaran Pesangon. Semoga Bermanfaat bagi rekan Pekerja semua.
Dapatkan selalu Informasi Pekerja Tasikmalaya melalui layanan WhatsApp 08112110876

Tinggalkan Balasan