Mengorganisir serikat pekerja/serikat buruh
Pekerjaan mengorganisir serikat pekerja/serikat buruh merupakan upaya untuk menyusun/ mendirikan serikat pekerja/serikat buruh dan meningkatkan kekuatan serta pengaruh yang dimilikinya. 
Serikat pekerja/serikat buruh harus mencari anggota-anggota baru. Serikat pekerja/serikat buruh harus mampu mengajak dan meyakinkan pekerja yang belum menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh untuk menjadi anggota. 
Mereka yang ditunjuk menjadi organisator serikat pekerja/serikat buruh lokal harus diberi latihan agar mampu menghimpun sebanyak mungkin pekerja untuk dijadikan anggota serikat pekerja/serikat buruh. 
Serikat pekerja/serikat buruh perlu memiliki strategi dan dukungan informasi yang baik untuk merekrut anggota-anggota baru sekaligus memastikan bahwa mereka yang sudah menjadi anggota tidak mengundurkan diri. 
Strategi tersebut hendaknya mencakup: 
  • upaya mengidentifikasi tempat-tempat kerja yang belum ada serikat pekerja/serikat buruhnya 
  • upaya mengidentifikasi pekerja-pekerja yang masih belum menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh walaupun di tempat mereka bekerja sudah ada serikat pekerja/serikat buruh
  • upaya mengadakan pembicaraan dengan pekerja-pekerja yang belum menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh untuk mengetahui mengapa mereka belum atau tidak bersedia menjadi anggota 
  • mempersiapkan selebaran -selebaran dan brosur-brosur yang berisi informasi mengenai apa itu serikat pekerja/serikat buruh dan keuntungan apa yang diperoleh pekerja bila menjadi anggotanya serta formulir pendaftaran yang dapat langsung diisi dan ditandatangai oleh calon anggota baru 
  • melatih wakil-wakil serikat pekerja/serikat buruh lokal dan membekali mereka dengan ketrampilan yang diperlukan untuk memasyarakatkan keanggotaan serikat pekerja/serikat buruh dan menyakinkan pekerja agar bersedia masuk menjadi anggota 
  • menggalang kerjasama dengan pihak manajemen untuk memasyarakatkan keanggotaan serikat pekerja/serikat buruh, misalnya dengan menyediakan waktu untuk mengadakan pertemuan-pertemuan dengan pekerja yang masih enggan atau belum menjadi anggota agar mereka terdorong dan bersedia menjadi anggota 
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, mereka yang ditugaskan sebagai organisator serikat pekerja/serikat buruh perlu diberi pelatihan agar mereka mampu merekrut anggota-anggota baru. Cara-cara yang efektif untuk memperoleh anggota baru antara lain adalah sebagai berikut: 
  • Mengadakan pendekatan “dari hati ke hati.” Pendekatan ini biasanya paling efektif. 
  • Wakil -wakil serikat pekerja/serikat buruh harus mendengarkan dengan seksama keberatan-keberatan yang dikemukakan oleh pekerja-pekerja yang belum bersedia menjadi anggota, dan menangkis argumentasi yang menentang keanggotaan serikat pekerja/serikat buruh. 
  • Wakil -wakil serikat pekerja/serikat buruh harus mampu menunjukkan apa yang dapat dilakukan oleh serikat pekerja/serikat buruh untuk membantu anggota-anggota baru dan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dikemukakan. 
  • Seringkali anggota-anggota serikat pekerja/serikat buruh yang bekerja di divisi/ bagian yang sama dapat dimintai bantuan untuk mengajak rekan-rekan mereka yang masih ragu-ragu atau enggan untuk menjadi anggota. 
Menjaga hubungan baik dengan anggota 
Di setiap tempat kerja harus ada wakil-wakil pekerja lokal guna memastikan bahwa hubungan dan komunikasi dengan anggota tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Beberapa teknik yang paling penting untuk melakukan komunikasi yang baik adalah: 
Melakukan diskusi informal 
Untuk menjaga hubungan baik dengan anggota, wakil serikat pekerja/serikat buruh dapat mengajak anggota-anggota serikat pekerja untuk bercakap-cakap pada saat bekerja maupun pada saat beristirahat 
Mengadakan pertemuan reguler 
Serikat pekerja/serikat buruh perlu mengadakan pertemuan singkat reguler dengan pekerja, khususnya untuk membahas keluhan atau pengaduan yang mereka ajukan dan untuk memberikan laporan hasil perundingan yang berhubungan dengan keluhan/ pengaduan mereka 
Menerbitkan buletin 
Serikat pekerja/serikat buruh perlu menerbitkan buletin secara berkala dan membagi-bagikannya kepada seluruh anggota di tempat kerja. 
Papan pengumuman 
Serikat pekerja/serikat buruh hendaknya meminta kepada manajemen agar diperbolehkan untuk menggantungkan di tempat kerja papan pengumuman khusus untuk anggota-anggota serikat pekerja 
Melakukan pemungutan suara 
Anggota hendaknya selalu diajak berdiskusi setiap kali ada pemilihan wakil serikat pekerja/serikat buruh atau keputusan penting yang perlu diambil melalui pemungutan suara 
Upaya mengadakan pertemuan lokal hendaknya dilakukan dengan hati-hati agar seluruh anggota dapat ikut dengan bebas. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 
  • upayakan agar pertemuan dapat terselenggara pada waktu dan tempat yang memungkinkan seluruh anggota untuk hadir
  • usahakan untuk menciptakan suasana yang santai sehingga setiap anggota tidak merasa malu, sungkan atau enggan untuk berbicara dengan bebas dan menyatakan pendapatnya 
  • pastikan bahwa semua yang hadir mengikuti jalannya pertemuan itu dengan cukup seksama 
Pendidikan bagi Anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh 
Banyak serikat pekerja/serikat buruh di Eropa Barat yang dewasa ini berupaya agar anggota-anggota biasa yang mereka miliki juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan serikat pekerja/serikat buruh. Hal ini perlu agar mereka lebih percaya diri, belajar lebih banyak tentang serikat pekerja/serikat buruh, dan mungkin suatu ketika nanti dapat menjadi wakil serikat pekerja/serikat buruh atau bahkan pemimpin serikat pekerja/serikat buruh. Setiap sistem pendidikan yang ditujukan untuk anggota serikat pekerja/serikat buruh haruslah murah, sederhana dan praktis. 
Pendidik hendaknya dan biasanya adalah mereka yang berkecimpung dalam kepemimpinan serikat pekerja/serikat buruh lokal. Pendidikan bagi anggota-anggota serikat pekerja/serikat buruh hendaknya tidak mengganggu kesibukan kerja mereka dan dapat diselenggarakan pada jam kerja atau seusai jam kerja. 
Metode pendidikan hendaknya demokratis dan didasarkan pada diskusi. Bilamana mungkin, kegiatan-kegiatan kelompok seperti yang disarankan dalam buku ini dapat dilakukan untuk memicu diskusi. 
Topik bahasan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan serikat pekerja/serikat buruh, dan sesuai dengan kepenting an/ kebutuhan peserta. 
Kelompok-kelompok diskusi dapat bersifat informal dan ad hoc (dibuat hanya untuk satu keperluan saja), mencakup satu topik bahasan yang sesuai dengan kebutuhan yang timbul, atau bisa juga diskusi yang bersifat informal ini dikembang kan menjadi suatu kegiatan diskusi yang lebih terorganisir dan terarah yang biasanya disebut “lingkar studi” (study circle). 
Lingkar studi pada hakekatnya merupakan kelompok studi kecil. 
Kelompok ini terdiri dari sekelompok orang yang sepakat untuk mengadakan pertemuan secara teratur guna membahas sejumlah topik bahasan dan untuk mempelajari hal-hal yang menjadi kepentingan mereka bersama. Lingkar studi dapat menjadi sarana yang amat bermanfaat bagi serikat pekerja karena kegiatan ini bersifat lokal, informal dan murah untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan