Penghasilan Pekerja Wanita rata-rata jauh lebih kecil dibandingkan penghasilan pekerja pria. Pria dan wanita cenderung mengerjakan jenis pekerjaan yang berbeda dan sering kali juga bekerja di industri yang berbeda pula. Namun, kalau wanita bekerja di bidang yang sama dengan yang dikerjakan kaum pria, wanita cenderung dibayar lebih rendah dan diberikan golongan dan tingkat jabatan yang lebih rendah pula. 
Di banyak negara sekarang ada undang-undang yang mengharuskan pengusaha membayar upah yang sama untuk pekerjaan yang jenis dan nilainya sama. Meskipun demikian, seringkali sulit bagi wanita untuk membandingkan upah yang mereka terima dengan upah yang diterima pekerja pria karena pekerja wanita biasanya mengerjakan pekerjaan yang hanya dilakukan oleh wanita. “Evaluasi pekerjaan” seringkali bersifat diskriminatif dan menganggap rendah ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki pekerja wanita. 
Upah yang amat rendah 
Banyak pekerja yang dibayar begitu rendah sehingga upah yang mereka terima berada di bawah upah minimum yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. 
Banyak pekerja yang terpaksa harus bekerja lembur atau mencari pekerjaan sambilan agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 
Pelatihan dan kenaikan pangkat 
Wanita seringkali tidak diberi kesempatan yang sama dengan pria. Karena itu tidaklah mengherankan dan juga tidak aneh kalau ada perusahaan di mana seluruh buruhnya wanita tetapi seluruh mandornya atau petugas pengawasnya adalah pria. 
Serikat pekerja/serikat buruh hendaknya berupaya mendorong terjadinya perubahan yang memungkinkan pekerja wanita memperoleh peluang dan kemudahan untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan kenaikan pangkat. 
Menerima wanita sebagai anggota serikat pekerja/serikat buruh 
Kebutuhan dan masalah yang dimiliki pekerja wanita seringkali tidak dianggap penting, apalagi diprioritaskan oleh serikat pekerja/serikat buruh. Di mana-mana, di dalam hampir setiap segi kehidupan wanita biasanya kurang sekali terwakili. Dalam serikat pekerja/serikat buruhpun, wanita juga kurang terwakili. 
Wanita menghadapi banyak halangan untuk dapat sepenuhnya diterima sebagai anggota serikat pekerja/serikat pekerja dengan hak dan kedudukan yang sama dengan anggota serikat pekerja/serikat buruh lainnya yang berjenis kelamin pria. 
Wanita cenderung diremehkan, tidak diperhitungkan atau diikutsertakan dalam kepemimpinan serikat pekerja, pembuatan kebijakan serikat pekerja/serikat buruh dan dalam melakukan perundingan secara kolektif. 
Wanita juga mengalami kesulitan untuk ikut sepenuhnya terlibat dalam serikat pekerja/serikat buruh karena alasan-alasan yang bersifat praktis. Selain itu serikat pekerja sendiri cenderung mengabaikan hal -hal yang menjadi masalah bagi pekerja wanita. 
Padahal serikat pekerja/serikat buruh semestinya bersikap demokratis, memperlakukan dan melibatkan seluruh anggotanya dalam setiap kegiatan dan keputusan tanpa pandang bulu. Beberapa perubahan yang dapat memberikan semangat kepada pekerja wanita untuk ikut terlibat dalam kegiatan serikat pekerjaserikat buruh antara lain adalah: 
Melalui pertemuan-pertemuan 
  • Ajak dan berikan kesempatan kepada pekerja wanita untuk menghadiri pertemuan-pertemuan serikat pekerja/serikat buruh yang diadakan pada jam kerja. Hal ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara semua pekerja, termasuk pekerja wanita. 
  • Berikan dorongan kepada pekerja wanita untuk menghadiri pertemuan serikat pekerja. Jelaskan prosedur pertemuan kepada pekerja wanita sebelum mereka menghadiri pertemuan untuk pertama kalinya; pastikan bahwa anggota-anggota baru selalu diperkenalkan dalam pertemuan-pertemuan seperti itu. 
  • Libatkan pekerja wanita dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat informal. Pertemuan serikat pekerja yang bersifat formal kadang-kadang malah menyebabkan pekerja wanita enggan datang. Upayakan agar suasananya tidak terlalu formal dan ajak sebanyak mungkin karyawan untuk menghadirinya. 
Pengurus serikat pekerja/serikat buruh wanita 
Seorang wanita yang menjadi wakil serikat pekerja/serikat buruh dapat mendorong lebih banyak keterlibatan pekerja wanita. Selain itu, adanya wakil serikat pekerja/serikat buruh wanita juga memudahkan pekerja wanita untuk menyampaikan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi di tempat kerja. 
Adanya wakil serikat pekerja/serikat buruh wanita akan membuat pekerja wanita memandang serikat pekerja/serikat buruh sebagai organisasi yang lebih bisa menerima keberadaan mereka dan lebih memperhatikan perasaan mereka sebagai wanita. 
Jelas akan lebih mudah bagi pekerja wanita untuk membicarakan kesulitan yang dihadapinya dalam mengasuh anak atau menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya di tempat kerja dengan wakil serikat pekerja/serikat buruh wanita. 
Struktur khusus serikat pekerja/serikat buruh 
Demi kepentingan pekerja wanita, banyak serikat pekerja/serikat buruh yang membuat struktur khusus dan mengangkat petugas wanita. Struktur khusus ini meliputi: 
  • Komite wanita: komite wanita didirikan untuk memastikan bahwa kepentingan dan kebutuhan khusus pekerja wanita mendapatkan perhatikan dari serikat pekerja. Komite ini perlu mendapatkan bantuan dan dukungan keuangan yang memadai serta bertanggung jawab kepada badan serikat pekerja pengambil keputusan. 
  • Petugas serikat pekerja/serikat buruh wanita: jabatan ini hendaknya merupakan suatu jabatan yang ditetapkan atau ditunjuk secara nasional dan bertanggung jawab menangani kebutuhan anggota wanita serta mendorong keterlibatan mereka dalam serikat pekerja/serikat buruh. 
  • Jatah kursi bagi pekerja wanita dalam serikat pekerja/serikat buruh pengambil keputusan. Jatah kursi seperti ini perlu guna memastikan bahwa pandangan dan pendapat pekerja wanita ikut terwakili dalam setiap keputusan yang diambil serikat pekerja/serikat buruh. 

Pendidikan serikat pekerja/serikat buruh bagi pekerja wanita 
Masalah-masalah yang dihadapi pekerja wanita dan kebijakan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada pekerja wanita hendaknya dibahas dalam seluruh program pendidikan serikat pekerja/serikat buruh. Baik pekerja pria maupun pekerja wanita perlu memahami masalah-masalah yang dihadapi wanita di tempat kerja. 
Selain itu, pelatihan serikat pekerja/serikat buruh bagi pekerja wanita juga membantu membangun kepercayaan diri pekerja wanita sekaligus mengintegrasikan pekerja wanita ke dalam tim-tim perunding dan posisi kepemimpinan. 
Serikat pekerja/serikat buruh hendaknya mengupayakan agar ada lebih banyak pekerja wanita yang terpilih untuk mengikuti kursus-kursus serikat pekerja/serikat buruh. Serikat pekerja/serikat buruh juga dapat menetapkan jatah pendidikan yang harus diisi oleh pekerja wanita agar mereka dapat ikut serta dalam program pendidikan serikat pekerja/serikat buruh.

Tinggalkan Balasan